Jumat, 12 Oktober 2012

Dicari: Pengusaha Baik yang Kreatif



Daftar Orang Terkaya Sedunia, 2012
  1. Carlos Slim, $69.0 billion, Mexico Telmex, América Móvil, Grupo Carso
  2. Bill Gates $61.0 billion, United States, Microsoft
  3. Warren Buffett $44.0 billion, United States, Berkshire Hathaway
  4. Bernard Arnault $41.0 billion, France, LVMH Moët Hennessy, Louis Vuitton
  5. Amancio Ortega $37.5 billion, Spain Inditex Group
  6. Lawrence Ellison$36.0 billion, United States Oracle Corporation
  7. Eike Batista, $30.0 billion Brazil EBX Group
  8. Stefan Persson $26.0 billion Sweden, H&M
  9. Li Ka-shing $25.5 billion Hong Kong, Cheung Kong Holdings
  10. Karl Albrecht $25.4 billion, Germany Aldi
Image pinjem dari: http://i.i.com.com/cnwk.1d/i/tim/2012/03/07/en_0307_RICH_480x360.jpg

-------------

Membaca daftar orang terkaya sedunia di Majalah Forbes membuat saya masygul. Minimal karena 2 alasan.

Yang pertama, mengapa tidak ada daftar orang terbaik sedunia? Sekali lagi karena ukuran kekayaan menunjukkan kesuksesan mereka yang telah mencapai milyar dollar tertentu dan belum tentu berhubungan dengan jumlah manfaatnya bagi lingkungan sekitarnya. Jadi daftar tersebut cenderung egois, para juaranya adalah mereka yang mampu mendapatkan jumlah kekayaan tertentu, bukan mereka yang meneruskan kekayaan tersebut kepada orang lain yang membutuhkan. Kemasygulan kedua disebabkan karena nama saya tidak termasuk pada daftar orang terkaya di dunia. Hehehe :)

Eh, tapi bukan tidak. Tepatnya: belum (alias ngarep dotcom).

Dalam kisaran 5 tahun terakhir sejak 2006, gerakan bersama anak-anak muda negeri ini untuk menggaungkan kreativitas dan menggiatkan creative economy yang berbasis creative industry, Alhamdulillah menemukan momentumnya. Gerakan industri kreatif ini makin terakselerasi karena dukungan luar biasa oleh beberapa institusi seperti Kementerian Perdagangan, British Council Indonesia dan juga gerakan-gerakan berbasis kemandirian lainnya yang tersebar di pelosok negeri ini. Bola salju itu menggelinding, makin membesar hari demi hari.

Lahirlah ikon-ikon industri kreatif Indonesia: Wahyu Aditya (Hellomotion), Ridwan Kamil (Urbane), Yoris Sebastian (OMG), Dicky Sukmana (Suave Magz), Ayip Budiman Bali (Chairman ADGI, Matamera), Enda Nasution, Andi Boediman, Djoko Hartanto (Concept Magz), Singgih Kartono (Magno) dan masih banyak lagi.

Kreativitas kini mulai lebih diapresiasi dan bahkan telah menjadi salah satu pintu solusi untuk memajukan bangsa dan negeri ini. Tapi perjalanan yang sesungguhnya belumlah selesai, bahkan baru saja dimulai.

Sejak membaca buku David Berman DO GOOD DESIGN, saya merasa upaya untuk mentransform orang biasa menjadi kreatif saja belum cukup. Creative thinking doang belum mampu menjawab semua problem.

Kita harus balik lagi ke fondasi yang paling mendasar, yang mendasari tumbuhnya kreativitas. Yaitu bagaimana agar kita semua di negeri ini memulai aktivitas kita sehari-hari dengan niat untuk menjadi orang baik. Alias tidak jadi orang jahat. Mengutip kredonya Google: DON'T BE EVIL!

Inilah sesungguhnya akar permasalahan yang membuat bangsa ini makin terpuruk. Lihat kualitas EQ (emotional quotient) anggota DPR kita, lihat pemerintah kita, lihat gunungan kasus yang makin menggunung, lihat kemenangan-kemenangan aneh para mafia politik, lihat kisruh PSSI, lihat penyanderaan kapal di Somalia, lihat bom yang meledak di masjid, lalu lihatlah cermin di depan kita: mengapa negeri ini jadi absurd begini?

Banyak orang pintar, banyak orang kaya, banyak orang berkuasa, banyak orang kreatif, tapi sedikit sekali orang baik.

Bagaimana Islam mampu menjawab tantangan jaman dengan mengisi slot untuk membangun karakter para pengusaha sehingga mencapai standar baik?

Saya sungguh berbesar hati melihat munculnya para pengusaha muslim yang berkarakter untuk membangun perusahaannya dengan menjalankan metode Spiritual Company dimana nilai-nilai Islam benar-benar menjadi bagian tak terpisahkan dari SOP (Standar Operating Procedure) di perusahaannya masing-masing. Saya sebutkan beberapa: Ippho Santoso (TK Khalifah, Kaia Clothing, motivator, dll.), Mas Mono (Ayam Bakar Mas Mono, penulis buku Rezeki Diantar), Saptuari (Kedai Digital, Jogist, Sedekah Rombongan), Mas Jody (Steak Waroeng, Bebek Goreng Pak Slamet, Warung Penyetan, dll.) dan masih banyak lagi pengusaha muslim yang tangguh dan berkarakter lainnya.

Gerakan untuk menambah jumlah orang baik di negeri ini adalah sebuah proses marathon yang hulunya adalah membangun karakter bangsa. Ini adalah tugas berat yang tak bisa dikerjakan sendir-sendiri. Gerakan ini membutuhkan energi besar dari anak-anak muda negeri ini untuk mendobrak kepalsuan-kepalsuan, membongkar konspirasi, meletakkan lagi lembaran putih untuk mendasari masa depan Indonesia yang lebih baik.

Mewujudkan GOOD dalam arti tidak jahat dan GOOD dalam arti achievement (pencapaian).

Jadi jangan hanya jadi orang kreatif ya, jadilah orang baik. Jadi jangan hanya jadi orang Islam ya, jadilah orang baik. Yang paling top: jadilah orang Islam yang baik lagi  kreatif. Anda akan dicari oleh kesempatan, rejeki, kekuasaan, jika memenuhi kriteria ini. Serius, saya garansi.

So be Great! Coz good is not enough!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar